thetea.app · ensiklopedia Ensiklopedia · Sekolah · Atlas · Pu-erh · Peralatan EN · RU · 繁 · 简 · 粵 · FR · ES · AR · DE · JA · KO
+61 lainnya
thetea.app Jelajahi semua →

Beranda · Teh hijau · Xiandu Sunfeng Cha

Xiāndū sǔnfēng chá

Xiāndū sǔnfēng chá · 仙都笋峰茶

Xiandu Sunfeng Cha (Xiāndū sǔnfēng chá, 仙都笋峰茶) — “teh puncak bambu Xiandu”, teh hijau pipih dari Kabupaten Jinyun (缙云县), kota setingkat prefektur Lishui, Provinsi Zhejiang. Namanya diambil dari kawasan wisata Xiandu (仙都) dan pilar batunya yang disebut “rebung batu” (仙都石笋), yang menurut deskripsi mirip dengan bentuk daunnya. Merek modern ini, menurut buku referensi istilah teh, diciptakan pada tahun 1984. Pada tahun 2010, teh ini menjadi teh resmi paviliun Belgia dan Uni Eropa pada Pameran Dunia di Shanghai. Nama ini dilindungi sebagai tanda sertifikasi geografis.

1. Klasifikasi dan Asal

  • Jenis: Teh hijau (绿茶, lǜchá). Buku referensi istilah teh menggolongkannya sebagai teh hijau dengan pengeringan campuran, setengah sangrai dan setengah kering (半烘炒, bàn hōng chǎo).
  • Kategori: Teh hijau pipih dari Zhejiang; tanda sertifikasi geografis.
  • Asal: Tiongkok, Provinsi Zhejiang (浙江, Zhèjiāng), kota setingkat prefektur Lishui (丽水, Lìshuǐ), Kabupaten Jinyun (缙云, Jìnyún), pegunungan di sekitar kawasan wisata Xiandu.
  • Perlindungan: Tanda sertifikasi geografis. Dalam daftar registrasi yang menjadi rujukan redaksi, tanda ini tercatat dengan nomor 9178091; dokumen registrasi itu sendiri tidak dapat dibuka, sehingga tanggal pendaftaran, pemegang tanda, dan batas wilayah produksi tidak dicantumkan di sini.
  • Koordinat geografis: Kabupaten Jinyun berada sekitar 28,7° LU dan 120,1° BT.

2. Sejarah dan Makna Budaya

  • Sejarah:
    • Teh kabupaten sebelum merek ini ada. Portal produk lokal mengutip baris puisi dari masa Dinasti Song tentang teh yang ditanam di antara bambu, serta catatan dari kumpulan catatan Ming “括苍汇记” pada era Wanli (万历): “缙云物产多茶” — “di antara produk Jinyun banyak teh” — dan “缙云贡茶三斤”, tiga jin teh upeti dari kabupaten itu. Dari catatan-catatan ini, portal tersebut menyimpulkan bahwa sejarah teh Xiandu sudah lebih dari seribu tahun. Ini adalah catatan tentang teh kabupaten, bukan tentang merek dengan nama sekarang.
    • 1984. Menurut buku referensi istilah teh, merek ini diciptakan pada tahun 1984.
    • 2008. Menurut laporan dinas kehutanan Zhejiang (Juni 2010), Kabupaten Jinyun mulai bekerja sama dengan Lembaga Penelitian Teh Akademi Ilmu Pertanian Tiongkok; dikembangkan tiga standar, yaitu standar lingkungan kawasan, pembibitan dan agroteknik, serta teknologi pengolahan.
    • Penggabungan merek. Di sumber yang sama disebutkan bahwa lebih dari sepuluh merek teh kabupaten itu disatukan di bawah satu nama “仙都笋峰”.
    • 19 April 2010. Teh ini masuk paviliun Belgia dan Uni Eropa pada Pameran Dunia di Shanghai sebagai teh resmi paviliun; dikirim 80 kg untuk pameran. Dinas tersebut menyebutnya sebagai merek teh pertama dari Zhejiang yang memperoleh nama resmi dari pameran itu.
  • Nama: “Xiandu” (仙都) berarti “hunian para dewa”, nama kawasan wisata; “sunfeng” (笋峰) berarti “puncak rebung”, merujuk pada pilar batu yang oleh tradisi setempat disebut “rebung nomor satu di bawah langit” (天下第一笋). Menurut legenda yang diceritakan kembali oleh portal produk lokal, nama “Xiandu” dianugerahkan oleh Kaisar Xuanzong dari Dinasti Tang (唐玄宗) pada tahun ketujuh era Tianbao (天宝).
  • Makna budaya: Portal yang sama menceritakan kembali legenda bahwa di puncak pilar batu itu, Kaisar Kuning (黄帝) meracik eliksir dan setelah berhasil, naik ke langit dengan naga merah. Legenda ini dan daftar penyair yang pernah berkunjung dipakai sebagai pembuka sebelum cerita tentang teh.

3. Deskripsi Botani dan Bahan Baku

  • Varietas / Kultivar: Varietas tanaman teh yang spesifik tidak disebutkan dalam sumber yang ditemukan. Buku populer “中国茶轻图典” menyebut “varietas tanaman teh yang baik” sebagai salah satu dari tiga syarat mutu, bersama dengan ekologi dan keterampilan sangrai, tetapi tidak merinci varietas apa.
  • Bahan baku: Persyaratan bahan baku (tunas dengan satu atau dua daun) tidak ditemukan dalam sumber.
  • Waktu pemetikan: Tidak ada data dalam sumber yang ditemukan.

4. Terroir dan Keistimewaan Budi Daya

  • Wilayah: Pegunungan di sekitar Xiandu, kawasan wisata di bagian selatan-tengah Zhejiang; portal pariwisata menyebutnya kawasan tingkat 4A, buku populer menyebutnya kawasan wisata negara. Deskripsi menyebut lingkaran pegunungan, kabut, hutan lebat, dan iklim yang lembut.
  • Ketinggian tanam: Buku populer menulis bahwa semua kebun berada di atas 500 m dan sepanjang tahun diselimuti awan. Catatan dinas kehutanan 2010 menyebut “pegunungan di atas 500 m” dan juga “pegunungan dalam di atas 600 m”.
  • Luas: Tidak ada data dalam sumber yang ditemukan.
  • Keistimewaan budi daya: Menurut laporan dinas (2010), di kebun teh diberlakukan larangan masuk kendaraan agar gas buang tidak mencemari kebun.
  • Tanah: Tidak ada data dalam sumber yang ditemukan.

5. Teknologi Produksi

Buku referensi istilah teh memberikan skema singkat teh ini:

  1. Fiksasi (杀青, shāqīng).
  2. Perataan dan pembentukan (理条整形, lǐtiáo zhěngxíng): Daun ditarik menjadi jalur lurus dan diberi bentuk pipih.
  3. Pengeringan lanjutan dengan sangrai (炒干, chǎogān).

Suhu, durasi setiap proses, dan persyaratan bahan baku tidak ditemukan dalam sumber; teks regulasi teknis setempat tidak dapat ditemukan.

Pada tahun 2010, menurut laporan dinas, di kabupaten itu diluncurkan jalur otomatis: sejak 26 April berjalan dalam tahap uji coba, jalur itu menghasilkan 250 jin teh kering dalam delapan jam, dibandingkan 6–8 jin dengan sangrai manual.

6. Karakteristik Organoleptik

  • Bentuk daun kering: Pipih, lurus, dan licin (外形扁平、挺直光滑), hijau lembut berkilau (色泽嫩绿光润). Buku referensi istilah teh menggambarkan daun sedikit berbeda: lurus, agak pipih, dengan ujung tunas yang lurus. Sumber tidak menjelaskan deskripsi mana yang lebih dekat dengan standar.
  • Aroma daun kering: Tidak ada deskripsi tersendiri dalam sumber yang ditemukan.
  • Aroma seduhan: Pekat dan tahan lama (香气浓郁持久). Buku populer menambahkan nada anggrek yang halus (兰花的幽香); buku referensi istilah teh menulis tentang aroma daun muda yang tahan lama (嫩香持久).
  • Rasa: Segar dan lembut (鲜醇); buku populer menyebut “segar, lembut, dan penuh, dengan kesegaran yang bertahan”.
  • Warna seduhan: Jernih dan cerah (清澈明亮); menurut buku populer, hijau lembut.
  • Ampas teh (daun setelah diseduh): Tidak ada deskripsi dalam sumber yang ditemukan.

Berbagai deskripsi merangkum keunggulan teh ini dalam empat kata: 色绿、形美、香高、味鲜 — warna hijau, bentuk indah, aroma tinggi, rasa segar. Buku populer juga menyebutnya tahan terhadap penyeduhan berulang (耐泡).

7. Komposisi Kimia

Tidak ada data fisikokimia dalam sumber yang ditemukan. Menurut laporan dinas (2010), untuk pameran teh ini diuji berdasarkan daftar Uni Eropa sebanyak 227 pestisida; hasilnya digambarkan dinas sebagai “residu hampir nol”.

8. Penyeduhan

Praktik umum untuk teh hijau.

  • Suhu air: 80 °C, demikian saran buku populer “中国茶轻图典”.
  • Jumlah teh: 3 g per 150 ml.
  • Alat: Gelas kaca, agar bentuk daun yang pipih dan lurus terlihat.
  • Proses:
    1. Panaskan gelas.
    2. Masukkan teh dan tuang air dari dinding gelas hingga sekitar tujuh per sepuluh tinggi gelas.
    3. Seduhan pertama sekitar satu menit, seperti saran buku populer.
    4. Minum, sisakan sebagian seduhan.
    5. Tambahkan air.
    6. Dua hingga tiga kali seduhan ulang.

9. Penyimpanan

Praktik umum. Dalam kemasan kedap udara, di lemari pendingin pada 0–5 °C, jauh dari cahaya, kelembapan, dan bau. Sebaiknya diminum dalam waktu satu tahun.

10. Harga dan Pemalsuan

Menurut laporan dinas, dari 80 kg yang dikirim ke pameran 2010, 50 kg diberikan sebagai hadiah kepada tamu paviliun, dan 30 kg dijual seharga 220 yuan per 50 g. Tidak ada data harga lebih baru dalam sumber yang ditemukan. Pasar utama, menurut buku referensi istilah teh, adalah Suzhou, Shanghai, dan Hangzhou.

  • Tingkatan: Buku referensi istilah teh membagi tiga tingkatan: tertinggi (特级), pertama (一级), dan kedua (二级).
  • Cara menghindari pemalsuan:
    • Cari tanda indikasi geografis dan penyebutan langsung Kabupaten Jinyun.
    • Daun pipih, lurus, licin, hijau lembut berkilau; seduhan jernih dan cerah.
    • Ingat bahwa deskripsi pasar bisa keliru: satu portal produk lokal menempatkan teh ini di Huzhou, padahal semua sumber lain mengaitkannya dengan Jinyun di prefektur Lishui.
    • Tidak ada metode pemeriksaan keaslian yang dipublikasikan dalam sumber yang ditemukan.

11. Fakta Menarik

  • Buku populer menulis bahwa teh ini “berkali-kali ditetapkan sebagai teh upeti” (屡被钦定为贡茶); ini tidak cocok dengan tanggal pembuatan merek pada 1984, dan tidak ada dokumen tentang status itu dalam sumber yang ditemukan. Catatan Ming tentang teh upeti merujuk pada kabupaten, bukan pada merek.
  • Menurut laporan dinas, jalur otomatis 2010 menyangrai teh per shift puluhan kali lebih banyak daripada yang bisa dilakukan seorang ahli secara manual.

12. Perbandingan dengan Teh Lain dari Prefektur Lishui

  • Jinyun Huangcha (缙云黄茶): Teh dari kabupaten yang sama, tetapi dari varietas daun kuning 中黄2号; pada Xiandu Sunfeng Cha varietasnya tidak disebutkan, dan penekanannya pada bentuk pipih.
  • Songyang Yin Hou (松阳银猴): Teh hijau dari Kabupaten Songyang di prefektur yang sama, dengan bentuk berbeda, “monyet perak”.
  • Huimingcha (惠明茶): Teh hijau bersejarah dari Kabupaten Jingning di prefektur yang sama.
  • Xi Hu Long Jing (西湖龙井): Teh hijau pipih paling terkenal dari Zhejiang, untuk perbandingan bentuk daun.

Kesimpulan:

Xiandu Sunfeng Cha adalah merek muda dari kabupaten teh tua: diciptakan pada 1984, pada 2010 menyatukan lebih dari sepuluh nama lokal dan masuk paviliun Uni Eropa pada Pameran Shanghai. Daun pipih, lurus, hijau lembut berkilau, aroma pekat yang tahan lama, dan rasa segar yang lembut digambarkan secara konsisten. Varietas tanaman, parameter teknologi, dan teks standar lokal tidak berhasil ditemukan dalam sumber terbuka.

Sumber

Daftar lengkap — di halaman Sumber