---
title: "Wǔpíng lǜchá"
url: https://thetea.app/id/article/wuping-lucha
lang: id
updated: 2026-10-04
source: THE TEA — encyclopedia of Chinese tea (https://thetea.app)
---
# Wǔpíng lǜchá (武平绿茶)

**Wuping Lücha** (*Wǔpíng lǜchá*, 武平绿茶) — teh hijau dari Kabupaten Wuping (武平县), kota setingkat prefektur Longyan di bagian barat Provinsi Fujian, di persimpangan dengan Jiangxi dan Guangdong. Fujian terkenal dengan teh oolong, teh putih, dan teh merah, tetapi Wuping adalah pengecualian: menurut pemberitaan, kabupaten ini merupakan penghasil teh hijau sangrai terbesar di provinsi tersebut dari sisi luas lahan dan volume produksi. Di bawah satu merek, kabupaten ini memproduksi beberapa bentuk, dinamai dari Gunung Liangyeshan: pilinan lurus, daun pipih, spiral, dan menurut pemberitaan tahun 2019 juga bentuk "mutiara". Merek "武平绿茶" terdaftar pada tahun 2009 dan menjadi indikasi geografis pertama kabupaten tersebut.

**1. Klasifikasi dan Asal:**

* **Jenis:** Teh hijau (绿茶, *lǜchá*), fiksasi sangrai (炒青, *chǎoqīng*).
* **Kategori:** Teh hijau Fujian barat; merek sertifikasi geografis (2009); katalog nasional "名特优新" (nomor CAQS-MTYX-20240744).
* **Asal:** Tiongkok, Provinsi Fujian (福建, *Fújiàn*), kota setingkat prefektur Longyan (龙岩, *Lóngyán*), Kabupaten Wuping (武平县, *Wǔpíng Xiàn*).
* **Kawasan:** Daftar merek tingkat provinsi menyebut Wuping sebagai pemegang merek; batas kawasan yang pasti tidak ditemukan dalam sumber.
* **Koordinat geografis:** Kabupaten Wuping — sekitar 25,1° LU dan 116,1° BT.

**2. Sejarah dan Makna Budaya:**

* **Sejarah:**
    * **Song — Ming.** Menurut catatan sejarah kabupaten (武平县志) yang dikutip pemberitaan, sejak zaman Song di Wuping sudah dipanen teh liar, baik sebagai obat maupun sebagai minuman. Sejak era Yongle pada zaman Ming hingga era Kangxi pada zaman Qing, teh ditanam di dekat rumah dan di pematang, dan penanaman, pengolahan, serta minum teh menjadi hal yang lazim. Edisi Ming dari catatan sejarah itu menyebut teh terbaik kabupaten berasal dari Gunung Yuntishan (云梯山) dan dari Yanqian (岩前).
    * **Qing — upeti.** Menurut catatan sejarah kabupaten yang dikutip pers provinsi, pada masa Daoguang (1821–1850) teh hijau Wuping terkenal karena "aroma tinggi, rasa pekat dan manis-segar" (香高味浓甘爽) di kawasan Hakka Chaozhou, Meizhou, dan Tingzhou, dan pada suatu masa menjadi teh upeti untuk istana.
    * **1983 dan setelahnya.** Sejak tahun 1983 teh ini berulang kali menerima penghargaan tingkat provinsi ke atas; pada tahun 1991 disebut sebagai salah satu dari delapan teh terkenal Fujian, pada tahun 2007 termasuk dalam empat belas teh terkenal.
    * **2005.** Kabupaten mulai memproduksi teh dengan nama tunggal "武平绿茶".
    * **2009.** Pada 13 Juli "武平绿茶" terdaftar sebagai merek sertifikasi geografis (nomor 6524922, dalam pendaftaran juga tercantum nama Inggris "Wuping Green Tea"). Pemegang merek adalah asosiasi teh Kabupaten Wuping. Ini menjadi indikasi geografis pertama kabupaten tersebut.
    * **2010 dan setelahnya.** Merek ini diakui sebagai merek terkenal tingkat provinsi, kemudian sebagai "merek terkenal" nasional.
    * **2024.** Teh dimasukkan ke dalam katalog nasional "名特优新" dengan karakteristik "香气高锐，滋味鲜爽" — "aroma tinggi dan tajam, rasa segar".
* **Nama:**
    * "Wuping" (武平) adalah nama kabupaten.
    * "Lücha" (绿茶, *lǜchá*) berarti "teh hijau".
* **Makna budaya:** Wuping adalah titik hijau di peta teh Fujian yang didominasi oolong, teh putih, dan teh merah. Kabupaten ini membangun ekonomi pertaniannya di atas teh hijau dan menamai lini produknya berdasarkan gunung utamanya, Liangyeshan.

**3. Deskripsi Botani dan Bahan Baku:**

* **Varietas / Kultivar:** Varietas apa yang digunakan untuk Wuping Lücha tidak disebutkan dalam sumber yang ditemukan. Menurut catatan sejarah kabupaten yang dikutip pemberitaan, varietas lokal dikembangkan dari teh liar; menurut pemberitaan, di kabupaten ini masih tumbuh pohon teh liar, dan di beberapa tempat kebiasaan membuat teh dari daunnya masih bertahan. Esai sejarah lokal (2023) menyebut kultivar klonal di kabupaten ini antara lain Meizhan (梅占), Fuyun 6 (福云6号), Fuding Dahao (福鼎大毫), Wuniu Zao ([乌牛早](https://thetea.app/id/article/wuniu-zao)), dan Jinguanyin ([金观音](https://thetea.app/id/article/jin-guanyin)), tanpa merinci mana yang digunakan untuk teh hijau.
* **Pemetikan:** Menurut pemberitaan provinsi (2019), teh biasanya dipetik pada musim semi dan musim gugur. Pepatah rakyat yang dikutip publikasi yang sama sangat menghargai teh yang dipetik sebelum hari raya Qingming (清明): "明前茶，贵如金" — "teh sebelum Qingming semahal emas".
* **Standar pemetikan:** Tidak ada data dalam sumber yang ditemukan; tidak ada juga standar menurut dokumen merek.
* **Persyaratan bahan baku:** Berasal dari Kabupaten Wuping.

**4. Terroir dan Kekhasan Budi Daya:**

* **Kawasan:** Wuping terletak di persimpangan Fujian, Guangdong, dan Jiangxi. Gunung utamanya adalah Liangyeshan (梁野山); di sana dibentuk cagar alam nasional. Menurut data referensi, kabupaten ini berada di ujung selatan Pegunungan Wuyishan, dan ketinggian Liangyeshan sekitar 1538 m.
* **Ketinggian penanaman:** Tidak ada data tentang ketinggian kebun teh dalam sumber yang ditemukan.
* **Tanah:** Menurut asosiasi teh kabupaten dalam pemberitaan provinsi (2019), tanahnya subur dan dalam; jenis tanah tidak disebutkan.
* **Iklim:** Iklim muson subtropis Fujian barat. Publikasi yang sama mencatat perbedaan ketinggian yang besar di kabupaten ini dan tutupan hutan yang tinggi.
* **Kekhasan:** Menurut pemberitaan (2014), kabupaten ini adalah kawasan teh hijau sangrai terbesar di Fujian dari sisi luas lahan dan volume produksi; surat kabar provinsi pada tahun 2019 merumuskannya lebih hati-hati yaitu "salah satu yang terbesar".

**5. Teknologi Produksi:**

Wuping Lücha adalah teh hijau dengan fiksasi sangrai. Deskripsi teknologi langkah demi langkah tidak ditemukan dalam sumber; pers provinsi (2019) menyebut adanya jalur mesin dengan fiksasi berkelanjutan di salah satu pabrik kabupaten. Skema umum teh hijau adalah sebagai berikut: fiksasi (杀青, *shāqīng*), penggulungan (揉捻, *róuniǎn*), pembentukan, dan pengeringan (干燥, *gānzào*); ini adalah skema kelas, bukan deskripsi teknologi teh ini. Bentuk-bentuk dibedakan berdasarkan pembentukan:

* **Liangye Chaolü (梁野炒绿, *liángyě chǎolǜ*)** — pilinan lurus (条形).
* **Liangye Cuiya (梁野翠芽, *liángyě cuìyá*)** — daun pipih (扁形).
* **Liangye Xueluo (梁野雪螺, *liángyě xuěluó*)** — spiral (螺形).
* **Liangye Cuizhu (梁野翠珠, *liángyě cuìzhū*)** — "mutiara" (珠形); disebut oleh pemberitaan tahun 2019, bentuknya tidak dijelaskan.

**6. Karakteristik Organoleptik:**

Menurut deskripsi dalam pemberitaan industri (2016) untuk tiga bentuk; rumus umum katalog nasional adalah "aroma tinggi dan tajam, rasa segar".

* **Penampilan daun kering:** Chaolü — pilinan halus, padat, berminyak, berwarna hijau keabu-abuan keperakan (条索细紧油润呈银灰绿). Cuiya — daun pipih hijau tua berbentuk pedang (扁平墨绿呈剑状). Xueluo — spiral rapat yang sepenuhnya tertutup bulu putih (紧结如螺，满披白毫).
* **Aroma daun kering:** Chaolü — aroma kastanye atau aroma kacang hijau (栗香或绿豆香); Cuiya — aroma lembut teh muda (嫩茶香).
* **Aroma seduhan:** Tinggi, tajam, dan tahan lama (香气高锐持久): pada Chaolü dengan nuansa kastanye, pada Cuiya dengan nuansa bunga. Pada Xueluo — bersih dan tinggi, dengan aroma bulu (清高、毫香显露).
* **Rasa:** Chaolü — manis, lembut, segar, tahan banyak seduhan (甘醇鲜爽耐冲泡). Cuiya — segar dan manis, aroma terasa di dalam rasa (鲜爽甘醇且味中透香). Xueluo — segar, dengan aroma (鲜爽透香).
* **Warna seduhan:** Chaolü — hijau muda atau kuning kehijauan, cerah (嫩绿或黄绿明亮); Cuiya — zamrud atau hijau muda, jernih (翠绿或嫩绿清澈明亮).
* **Ampas teh (daun bekas seduh):** Chaolü — kuning kehijauan muda, rata, "seperti dipotong pisau" (嫩黄绿、似刀切般匀称齐整). Cuiya — hijau muda, berdaging, rata. Xueluo — hijau muda atau kuning kehijauan, kuncup dan daun utuh.

**7. Komposisi Kimia:**

Tidak ada data fisika-kimia dalam sumber yang ditemukan.

**8. Khasiat:**

Tidak ada data terverifikasi tentang efek spesifik teh ini.

**9. Penyeduhan:**

Praktik kelas untuk teh hijau.

* **Suhu air:** 80–85 °C untuk teh pipih dan spiral; 85–90 °C untuk pilinan lurus.
* **Jumlah teh:** 3 g per 150 ml.
* **Alat seduh:** Gelas kaca atau gaiwan putih.
* **Proses:**
    1. Panaskan alat seduh.
    2. Masukkan teh.
    3. Tuang sedikit air, biarkan daun terbuka 20–30 detik.
    4. Tambahkan air hingga penuh; seduhan pertama 1–2 menit.
    5. Minum, sisakan sebagian seduhan.
    6. Dua hingga tiga kali seduhan ulang.

**10. Penyimpanan:**

Praktik kelas. Dalam kemasan kedap udara, di lemari pendingin pada 0–5 °C, tanpa cahaya, kelembapan, dan bau. Teh hijau diminum dalam keadaan segar, tidak memerlukan penuaan.

**11. Harga dan Pemalsuan:**

Tidak ada data harga dalam sumber yang ditemukan.

* **Cara menghindari pemalsuan:**
    * Cari merek "武平绿茶".
    * Periksa bahwa produsen berasal dari Kabupaten Wuping.
    * Beberapa bentuk di bawah satu merek adalah hal normal: Chaolü, Cuiya, dan Xueluo adalah produk berbeda dari satu indikasi geografis.
    * Bandingkan penampilan dengan deskripsi: teh lurus memiliki pilinan tipis hijau keabu-abuan keperakan, teh spiral memiliki bulu putih tebal.

**12. Fakta Menarik:**

* Menurut pemberitaan, Wuping adalah kawasan teh hijau sangrai terbesar di Fujian.
* Catatan sejarah kabupaten dari zaman Ming sudah menyebut teh terbaik berasal dari Gunung Yuntishan dan Yanqian.
* Di kabupaten ini masih tumbuh pohon teh liar.
* Menurut pemberitaan industri pada tahun 2016, sejak tahun 2012 teh ini meraih 17 medali emas kompetisi teh hijau nasional "Zhong Lü Bei" (中绿杯).
* Merek tahun 2009 menjadi indikasi geografis pertama kabupaten tersebut.

**13. Perbandingan dengan Teh Hijau Lain:**

* **Shiting Lücha ([石亭绿茶](https://thetea.app/id/article/shiting-lucha)):** Teh hijau Fujian selatan dengan rumus "tiga aroma, tiga hijau"; Wuping adalah teh hijau dari bagian barat provinsi.
* **Tianshan Lücha ([天山绿茶](https://thetea.app/id/article/tianshan-lucha)):** Teh hijau Fujian timur laut, dari Pegunungan Tianshan di Kota Ningde.
* **Biluochun ([碧螺春](https://thetea.app/id/article/biluochun)):** Teh spiral dari Jiangsu; kerabat terdekat dari sisi bentuk dengan Liangye Xueluo.

**Sebagai penutup:**

Wuping Lücha adalah teh hijau di provinsi oolong, dan kabupaten ini menjadikannya kekhasan tersendiri: menurut pemberitaan, kawasan teh hijau sangrai terbesar di Fujian, beberapa bentuk di bawah satu merek yang dinamai dari Gunung Liangyeshan, dan sejarah teh yang dicatat sejak zaman Song. Aroma tinggi yang tajam dan rasa segar adalah rumus yang membawa teh ini masuk ke dalam katalog nasional produk khusus.
