---
title: "Shítíng lǜchá"
url: https://thetea.app/id/article/shiting-lucha
lang: id
updated: 2026-10-04
source: THE TEA — encyclopedia of Chinese tea (https://thetea.app)
---
# Shítíng lǜchá (石亭绿茶)

**Shiting Lücha** (*Shítíng lǜchá*, 石亭绿茶) adalah teh hijau dari pegunungan Jiurishan dan puncak Lianhuafeng di kota Fengzhou, kota setingkat kabupaten Nan'an (南安市), wilayah Quanzhou di selatan Provinsi Fujian. Bagian selatan Fujian dikenal terutama karena teh oolong, sementara Shiting adalah teh hijau dengan fiksasi sangrai; catatan sejarah lokal Quanzhou menyebutnya sebagai salah satu dari delapan teh terkenal Fujian. Namanya berasal dari paviliun batu di puncak Lianhuafeng dekat kuil Shitingsi, dan pada tebing di puncak yang sama terdapat prasasti "莲花荼襟" bertarikh 376 Masehi yang disebut sebagai prasasti teh tertua di Fujian. Ciri khas teh ini adalah formula "tiga aroma dan tiga hijau".

**1. Klasifikasi dan Asal:**

* **Jenis:** Teh hijau (绿茶, *lǜchá*), fiksasi sangrai (炒青, *chǎoqīng*).
* **Kategori:** Teh hijau historis Fujian selatan; indikasi geografis (2012).
* **Asal:** Tiongkok, Provinsi Fujian (福建, *Fújiàn*), kota setingkat prefektur Quanzhou (泉州, *Quánzhōu*), kota setingkat kabupaten Nan'an (南安市, *Nán'ānshì*), kota Fengzhou (丰州镇): pegunungan Jiurishan (九日山) dan puncak Lianhuafeng (莲花峰).
* **Koordinat geografis:** Kota Fengzhou sekitar 24,95° LU dan 118,5° BT.

**2. Sejarah dan Makna Budaya:**

* **Sejarah:**
    * **Prasasti "莲花荼襟".** 荼 adalah bentuk tulisan kuno untuk kata "teh"; menurut penafsiran, prasasti itu menyatakan bahwa kebun teh di sekitar puncak Lianhua membentang "bagaikan ujung dan sabuk pakaian". Prasasti ini memuat tarikh "太元丙子" yaitu tahun 376 M, era Taiyuan Dinasti Jin. "Fujian Ribao" menyebutnya sebagai prasasti teh tertua di Fujian, lebih dari 400 tahun lebih tua daripada "Cha Jing" karya Lu Yu. Penulisnya tidak diketahui. Menurut catatan Masyarakat Studi Budaya Yanhuang Fujian, prasasti asli hancur akibat peledakan saat pembangunan sekolah, sedangkan prasasti yang ada sekarang adalah salinan yang dipugar berdasarkan bahan sejarah.
    * **Legenda para biksu.** Catatan sejarah lokal menceritakan kembali legenda: pada masa Dinasti Song, para biksu menemukan semak teh di celah bebatuan puncak dan mulai membudidayakannya.
    * **Song Selatan.** Menurut catatan yang sama dari Masyarakat Yanhuang, pada era Chunxi (1174–1189) pejabat Fu Zongjiao meninggalkan prasasti tentang teh di puncak, di antaranya "岩缝茶香" yaitu "aroma teh di celah batu" dan "斗茶而归" yaitu "pulang dari kontes teh".
    * **Tahun kelahiran masih diperdebatkan.** Sumber menyebutkan waktu kemunculan teh secara berbeda-beda, mulai dari era Jin hingga akhir Song. Di sini saya tidak memilih tanggal tersebut.
    * **Qing.** Menurut legenda yang diceritakan kembali oleh para sejarawan lokal, pada masa Kaisar Daoguang (1821–1850) seorang biksu membawa teh ke ibu kota dan teh itu menerima nama pujian "上品莲花", dalam versi lain "尚品莲花". Catatan sejarah lokal menulis bahwa setelah itu teh diekspor melalui Xiamen ke Asia Tenggara dan Taiwan, dan produksi meningkat dari dua hingga tiga puluh jin menjadi lebih dari 60 ribu; selama perang jalur laut ditutup dan kebun teh mengalami kerusakan.
    * **1952.** Menurut data "Fujian Ribao", Kementerian Pertanian menetapkan Shiting sebagai teh terkenal bersejarah.
    * **2012.** Indikasi geografis "石亭绿茶" terdaftar (No. 8757651), tanda pertama semacam itu dari Nan'an. Pers menyebutnya "石亭绿", daftar provinsi menyebutnya "石亭绿茶".
    * **2024.** Menurut data "Fujian Ribao", teh ini masuk dalam katalog nasional "名特优新" produk pertanian.
* **Nama:**
    * "Shiting" (石亭) berarti "paviliun batu" di puncak Lianhuafeng, dekat kuil Shitingsi.
    * "Lücha" (绿茶, *lǜchá*) berarti "teh hijau"; dalam percakapan sehari-hari disebut "石亭绿".
* **Makna budaya:** Shiting adalah contoh teh hijau di negeri oolong. Bagi Quanzhou, pelabuhan kuno Jalur Sutra Maritim, ini adalah salah satu kisah teh paling tua yang tertulis langsung di batu.

**3. Deskripsi Botani dan Bahan Baku:**

* **Varietas / Kultivar:** Tidak ada dokumen tentang varietas dalam sumber yang ditemukan. Catatan sejarah lokal menulis bahwa pada akhir Dinasti Qing seorang biksu yang mengelola kebun membagi semak menjadi empat tipe: "白石莲" dengan daun semi-lunak, "石观音" dengan daun panjang sempit runcing bergerigi, "红梅品" dengan daun atas kemerahan, dan "瓜子叶" dengan daun berbentuk biji labu.
* **Pemetikan:** Menurut catatan, pemetikan dapat dilakukan hampir sepanjang tahun, teh terbaik dihasilkan pada musim semi dan musim gugur. Teh musim semi "首春茶" dipetik dari Qingming hingga Guyu; setelah itu menyusul teh musim panas, teh "panas" (暑茶), dan teh kecil musim dingin "冬片".
* **Standar pemetikan:** Menurut "Kamus Besar Teh Tiongkok" (中国茶叶大辞典) dalam penuturan sejarawan lokal berupa tunas dengan dua daun (一芽二叶).
* **Persyaratan bahan baku:** Daun dari pegunungan Jiurishan dan puncak Lianhuafeng di kota Fengzhou.

**4. Terroir dan Kekhasan Budidaya:**

* **Wilayah:** Pegunungan dekat pusat kabupaten lama Fengzhou: Jiurishan, gunung yang dikenal dengan prasasti di tebingnya, dan puncak tetangga Lianhuafeng.
* **Ketinggian, tanah:** Tidak ada data dalam sumber yang ditemukan. Catatan sejarah lokal menggambarkan tempat ini hangat, lembap, dan berkabut, dengan tanah kaya mineral dari batuan lapuk.
* **Iklim:** Iklim subtropis pesisir selatan Quanzhou; tidak ada data pasti untuk kebun dalam sumber yang ditemukan.
* **Kebun:** Menurut data "Fujian Ribao" (2025), di puncak Lianhuafeng terdapat sekitar 300 mu kebun, dan produksi beberapa ribu jin per tahun. Kebun terletak di antara bebatuan dengan prasasti kuno, dekat kuil.
* **Teh awal:** Catatan menyatakan bahwa teh musim semi di sini matang lebih awal daripada di seluruh Fujian; belum dapat diverifikasi melalui sumber lain.

**5. Teknologi Produksi:**

Shiting adalah teh hijau dengan fiksasi sangrai (炒青). Menurut "Kamus Besar Teh Tiongkok" dalam penuturan sejarawan lokal, prosesnya sebagai berikut:

1.  **Fiksasi (杀青, *shāqīng*).**
2.  **Penggulungan (揉捻, *róuniǎn*).**
3.  **Pengeringan akhir di wajan (炒干, *chǎogān*).**

"Fujian Ribao" menyebutkan tahapan yang lebih luas, mulai dari pemetikan dan fiksasi hingga penggulungan dan pemanasan (烘焙). Suhu dan durasi tidak ditemukan dalam sumber yang ada.

**6. Karakteristik Organoleptik:**

Formula "三香三绿" berarti "tiga aroma, tiga hijau". Berikut ini menurut "Kamus Besar Teh Tiongkok" dalam penuturan sejarawan lokal, dengan catatan jika sumber berbeda:

* **Tampilan daun kering:** Gulungan rapat, berat (紧结重实); warna abu-abu keperakan dengan hijau (银灰带绿) hijau pertama.
* **Aroma daun kering:** Tidak ada deskripsi tersendiri.
* **Aroma seduhan:** Pekat (香浓郁). Tergantung musim pemetikan, aromanya menyerupai anggrek (兰花), kacang hijau (绿豆), atau biji aprikot (杏仁), itulah "tiga aroma".
* **Rasa:** Lembut dan segar (醇爽).
* **Warna seduhan:** Jernih, hijau zamrud (清澈碧绿) hijau kedua.
* **Ampas teh (daun terseduh):** Cerah, hijau muda lembut (明翠嫩绿) hijau ketiga. "Fujian Ribao" menulis "明翠润绿", catatan sejarah lokal menulis "淡绿", hijau pucat.

**7. Komposisi Kimia:**

Tidak ada data fisikokimia dalam sumber yang ditemukan.

**8. Khasiat:**

Tidak ada data terverifikasi tentang efek teh ini secara khusus.

**9. Penyeduhan:**

Praktik umum untuk teh hijau.

* **Suhu air:** 85–90 °C.
* **Jumlah teh:** 3 g per 150 ml.
* **Peralatan:** Gaiwan putih untuk melihat seduhan zamrud, atau gelas kaca.
* **Proses:**
    1. Panaskan peralatan.
    2. Masukkan teh.
    3. Tuang sedikit air, biarkan gulungan rapat terbuka selama 30 detik.
    4. Tambahkan air; seduhan pertama 1–2 menit.
    5. Minum, sisakan sebagian seduhan.
    6. Dua hingga tiga kali penyeduhan ulang.

**10. Penyimpanan:**

Praktik umum. Dalam kemasan kedap udara, di lemari es pada suhu 0–5 °C, tanpa cahaya, kelembapan, dan bau. Teh musiman, tidak perlu penuaan.

**11. Harga dan Pemalsuan:**

Tidak ada data harga dalam sumber yang ditemukan.

* **Cara menghindari pemalsuan:**
    * Cari tanda "石亭绿茶".
    * Periksa bahwa produsen berasal dari kota Fengzhou.
    * Bandingkan tampilan dengan deskripsi: daun rapat, berat, abu-abu keperakan dengan hijau; seduhan berwarna zamrud.

**12. Fakta Menarik:**

* Prasasti "莲花荼襟" bertarikh 376 M, tetapi yang ada sekarang adalah salinan: prasasti asli hancur saat pembangunan sekolah.
* Prasasti Song di puncak yang sama menyebut "aroma teh di celah batu" dan kontes teh.
* "Tiga aroma" tidak muncul sekaligus: menurut kamus, nuansa aroma bergantung pada musim pemetikan.
* Shiting adalah teh hijau di negeri oolong: Anxi di sebelahnya terkenal dengan Tieguanyin.

**13. Perbandingan dengan Teh Lain:**

* **Tieguanyin ([铁观音](https://thetea.app/id/article/tie-guanyin)):** Teh utama Anxi di sebelahnya adalah oolong; Shiting menunjukkan bahwa kawasan yang sama juga mengenal teh hijau.
* **Wuping Lücha ([武平绿茶](https://thetea.app/id/article/wuping-lucha)):** Teh hijau Fujian lain dengan fiksasi sangrai, dari barat provinsi.
* **Tianshan Lücha ([天山绿茶](https://thetea.app/id/article/tianshan-lucha)):** Teh hijau dari timur laut Fujian, dari pegunungan wilayah Ningde; pengeringan dengan udara panas, bukan di wajan.

**Sebagai penutup:**

Shiting Lücha adalah teh hijau dengan sejarah yang tertulis di batu: prasasti bertarikh 376 M di puncak Lianhuafeng (kini berupa salinan yang dipugar), prasasti Song tentang kontes teh, paviliun batu yang memberinya nama. Di dalam cangkir, teh ini dikenali melalui formula "tiga aroma, tiga hijau": daun abu-abu keperakan dengan hijau, seduhan zamrud, ampas hijau cerah yang jernih, serta aroma yang menurut musim menyerupai anggrek, kacang hijau, atau biji aprikot. Ini adalah suara hijau yang langka dari Fujian selatan.
