---
title: "Qínglóng lǜchá"
url: https://thetea.app/id/article/qinglong-lucha
lang: id
updated: 2026-10-04
source: THE TEA — encyclopedia of Chinese tea (https://thetea.app)
---
# Qínglóng lǜchá (晴隆绿茶)

**Qinglong Lücha** (*Qínglóng lǜchá*, 晴隆绿茶) adalah teh hijau dari Kabupaten Qinglong (晴隆县), Prefektur Otonom Qianxinan Buyi dan Miao di barat daya Provinsi Guizhou. Kebun teh terletak pada ketinggian 1100–1700 m, di lintang rendah, dan menurut deskripsi setempat, panen musim semi pertama di sini dimulai tiga hingga enam minggu lebih awal daripada di banyak daerah lain. Persyaratan produk menggambarkan dua bentuk, yaitu bentuk keriting dan bentuk pipih. Kabupaten ini juga dikenal karena penemuan pada tahun 1980: di Gunung Yuntou Dashan, dekat perbatasan dengan Kabupaten Pu'an di sebelahnya, ditemukan biji fosil tanaman teh. Sejak tahun 2017, Qinglong Lücha dilindungi sebagai produk dengan indikasi geografis.

**1. Klasifikasi dan Asal:**

* **Jenis:** Teh hijau (绿茶, *lǜchá*) — kelasnya disebutkan pada nama itu sendiri dan ditegaskan oleh teknologinya: fiksasi, penggulungan atau pelurusan, pengeringan.
* **Kategori:** Teh hijau pegunungan tinggi awal dari Guizhou barat daya; produk dengan indikasi geografis (2017).
* **Asal:** Tiongkok, Provinsi Guizhou (贵州, *Guìzhōu*), Prefektur Otonom Qianxinan Buyi dan Miao (黔西南, *Qiánxīnán*), Kabupaten Qinglong (晴隆, *Qínglóng*).
* **Zona perlindungan:** Empat belas unit kabupaten: komite jalan Liancheng (莲城) dan Dongguan (东观), kota praja Zhongying (中营), Huagong (花贡), Chama (茶马), Guangzhao (光照), Jichang (鸡场), Shazi (沙子), Bihen (碧痕) dan Dachang (大厂), daerah administrasi Changliu (长流), Angu (安谷) dan Zima (紫马), serta daerah administrasi etnis Yi Sanbao (三宝彝族乡).
* **Koordinat geografis:** Koordinat zona tidak ditemukan dalam dokumen yang tersedia; menurut data pemerintah kabupaten, kabupaten ini terletak antara 25°33′ dan 26°11′ LU serta antara 105°01′ dan 105°25′ BT.

**2. Sejarah dan Makna Budaya:**

* **Sejarah:**
    * **Biji fosil.** Menurut Akademi Ilmu Pertanian Guizhou, pada 13 Juli 1980 sebuah tim dari Institut Teh-nya, yang mempelajari pohon teh liar di provinsi itu, menemukan biji fosil di Gunung Yuntou Dashan (云头大山) di perbatasan Kabupaten Qinglong dan Pu'an; publikasi lain mengaitkan penemuan itu dengan seorang agronom senior dari dinas pertanian kabupaten. Institut Geologi dan Paleontologi Nanjing dari Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok mengidentifikasinya sebagai biji teh empat bulatan (四球茶) dari periode Tersier akhir, berusia sekitar 1,64 juta tahun; deskripsi referensi menyebut peralihan periode Tersier dan Kuarter serta usia “lebih dari satu juta tahun”. Xinhua menyebut Qinglong sebagai satu-satunya tempat di dunia tempat fosil semacam itu ditemukan; Kabupaten Pu'an yang bertetangga juga merujuk pada temuan ini karena gunung itu berada di perbatasan dua kabupaten.
    * **Museum.** Kabupaten sedang membangun kompleks museum di sekitar lokasi penemuan.
    * **2010–2011.** Merek dagang geografis No. 8685710 untuk teh; pemegangnya adalah Asosiasi Industri Teh Kabupaten Qinglong (晴隆县茶叶产业协会). Sebagian pemberitaan pers menyebut tahun 2010, sebagian lain menulis bahwa merek itu didaftarkan pada Maret 2011.
    * **2017.** Administrasi Umum Pengawasan Mutu, Inspeksi, dan Karantina melalui pengumuman No. 108 menetapkan Qinglong Lücha sebagai produk dengan indikasi geografis dan menyetujui persyaratannya; menurut pemberitaan pers, perlindungan berlaku sejak 8 Desember 2017.
    * **2025.** Administrasi Kekayaan Intelektual Negara melalui pemberitahuan menegaskan hak produsen atas tanda khusus indikasi geografis.
* **Nama:** “Qinglong” (晴隆) adalah nama kabupaten; “lücha” (绿茶) berarti teh hijau.
* **Makna budaya:** Kabupaten ini mempromosikan teh dengan formula empat aksara — “kuno, awal, bersih, harum” (古、早、净、香). “Kuno” merujuk pada banyak pohon teh tua dan biji fosil; “awal” merujuk pada panen 20–40 hari lebih awal daripada daerah lain berkat ketinggian dan lintang rendah; “bersih” merujuk pada pengendalian pestisida; “harum” merujuk pada nuansa anggrek.

**3. Deskripsi Botani dan Bahan Baku:**

* **Varietas / Kultivar:** Persyaratan menyebut Fuding Dabai (福鼎大白, *Fúdǐng dàbái*), Longjing 43 (龙井43, *Lóngjǐng 43*) dan varietas tradisional setempat.
* **Panen:** Dua musim — dari awal Februari hingga akhir April dan dari awal Juli hingga akhir September.
* **Standar petik:** Pucuk tunggal, pucuk dengan satu daun yang baru terbuka, pucuk dengan dua daun yang baru terbuka.
* **Persyaratan bahan baku:** Semak teh diperbanyak dengan setek; ditanam dari Oktober hingga Februari, tidak lebih rapat dari 60.000 tanaman per hektare; setiap tahun diberikan pupuk organik matang tidak kurang dari 25 ton per hektare.

**4. Terroir dan Keistimewaan Budi Daya:**

* **Wilayah:** Guizhou barat daya, pegunungan di perbatasan dengan Kabupaten Pu'an.
* **Ketinggian tumbuh:** **1100–1700 m** — menurut persyaratan produk.
* **Iklim:** Menurut deskripsi referensi — iklim monsun subtropis pegunungan yang sejuk dan lembap: suhu tahunan rata-rata sekitar 14 °C, curah hujan 1500–1650 mm, sekitar 1462 jam sinar matahari per tahun, sekitar 320 hari bebas embun beku. Relief kabupaten berupa pegunungan karst yang terbelah dalam, dari 543 hingga 2025 m.
* **Tanah:** Tanah kuning atau kuning kecokelatan, pH 4,5–6,5, bahan organik tidak kurang dari 1,5 %, ketebalan lapisan tidak kurang dari 50 cm.

**5. Teknologi Produksi:**

Persyaratan produk menggambarkan dua alur:

* **Teh pipih:** pelayuan → fiksasi → pelurusan → pembentukan → pengeringan → pemanasan untuk aroma.
* **Teh keriting:** pelayuan → fiksasi → penggulungan → pembentukan → pengeringan → pemanasan untuk aroma.

Parameter tahapan:

1.  **Pelayuan (摊青, *tānqīng*):** Lapisan 2–10 cm, 3–6 jam.
2.  **Fiksasi (杀青, *shāqīng*):** Pada 180–240 °C, 2–5 menit.
3.  **Pelurusan (理条, *lǐtiáo*)** — untuk teh pipih: pada 120–150 °C, 2–5 menit.
4.  **Penggulungan (揉捻, *róuniǎn*)** — untuk teh keriting: tidak kurang dari 80 % daun harus menggulung menjadi bentuk pilin.
5.  **Pembentukan (做形, *zuòxíng*):** Terpisah untuk bentuk pipih dan keriting; persyaratan tidak memberikan parameter.
6.  **Pengeringan (干燥, *gānzào*):** Dalam dua hingga tiga tahap, hingga kadar air tidak lebih dari 7 %.
7.  **Pemanasan untuk aroma (提香, *tíxiāng*):** Pada 60–100 °C, 1,5–2 jam.

**6. Karakteristik Organoleptik:**

* **Penampilan daun kering:** Bentuk keriting — padat, halus, tergulung; warna merata, hijau lembap (紧细卷曲；色泽匀整润绿). Bentuk pipih — pipih dan licin, dengan bulu halus yang jelas, merata; warna hijau lembap (扁平光滑，显毫、匀整；色泽润绿).
* **Aroma daun kering:** Tidak ada deskripsi dalam sumber yang ditemukan.
* **Aroma seduhan:** Bentuk keriting — kaya dan bertahan lama (浓郁、持久). Bentuk pipih — bersih (纯正). Deskripsi setempat menyebut nuansa anggrek ringan.
* **Rasa:** Bentuk keriting — lembut dan penuh, segar dan kaya (醇厚、鲜浓). Bentuk pipih — segar dan lembut, manis, pekat (鲜醇、味甘、浓厚).
* **Warna seduhan:** Bentuk keriting — kuning kehijauan dan cerah (黄绿明亮). Bentuk pipih — kuning, cerah dan jernih (黄亮透明).
* **Ampas teh (daun seduhan):** Tidak dijelaskan dalam persyaratan produk; tidak ada deskripsi lain dalam sumber yang ditemukan.

**7. Komposisi Kimia:**

Persyaratan fisikokimia produk:

| Indikator | Persyaratan |
| :--- | :--- |
| Air | tidak lebih dari 7,0 % |
| Abu total | tidak lebih dari 7,0 % |
| Zat ekstraktif | tidak kurang dari 38,0 % |
| Polifenol teh | tidak kurang dari 13,0 % |

Ini adalah ambang batas kelayakan, bukan komposisi terukur. Data tentang asam amino dan kafein tidak ditemukan dalam sumber yang tersedia.

**8. Khasiat:**

Tidak ada data terverifikasi tentang efek khusus teh ini.

**9. Penyeduhan:**

Praktik kelas untuk teh hijau.

* **Suhhu air:** 80–85 °C; untuk teh keriting yang padat dapat digunakan hingga 90 °C.
* **Jumlah teh:** 3 g per 150 ml.
* **Peralatan:** Gelas kaca untuk teh pipih, gaiwan putih untuk teh keriting.
* **Proses:**
    1. Panaskan peralatan.
    2. Masukkan teh dan tuang air di sepanjang dinding.
    3. Seduhan pertama — 40–60 detik.
    4. Minum, sisakan sebagian seduhan.
    5. Tambahkan air.
    6. Dua hingga tiga kali tuang ulang.

**10. Penyimpanan:**

Praktik kelas. Dalam kemasan kedap udara, di lemari pendingin pada 0–5 °C, tanpa cahaya, kelembapan, dan bau asing. Teh musim semi awal dihargai karena kesegarannya, karena itu sebaiknya diminum dalam waktu satu tahun.

**11. Harga dan Pemalsuan:**

Tidak ada data harga dalam sumber yang ditemukan.

* **Cara menghindari pemalsuan:**
    * Cari tanda indikasi geografis.
    * Pastikan produsen berada di salah satu dari empat belas unit Kabupaten Qinglong.
    * Cocokkan bentuk dengan persyaratan: keriting — halus dan tergulung, seduhan kuning kehijauan; pipih — licin, dengan bulu halus, seduhan kuning dan jernih.

**12. Fakta Menarik:**

* Biji fosil tanaman teh dari Qinglong diidentifikasi sebagai biji teh empat bulatan dari periode Tersier akhir.
* Biji itu ditemukan bukan melalui penggalian, melainkan saat survei pohon teh liar di Gunung Yuntou Dashan.
* Di zona perlindungan terdapat kota praja Chama (茶马) — “teh dan kuda”.
* Persyaratan mengizinkan dua musim panen — musim semi sejak Februari dan musim panas-musim gugur sejak Juli hingga September.

**13. Perbandingan dengan Teh Tetangga:**

* **Pu'an Gushu Lü ([普安古树绿](https://thetea.app/id/article/puan-gushu-lu)):** Teh hijau dari Kabupaten Pu'an tetangga yang berasal dari pohon tua, juga awal; biji fosil dari gunung di perbatasan dua kabupaten juga disebut dalam deskripsi Pu'an.
* **Pu'an Hongcha ([普安红茶](https://thetea.app/id/article/puan-hongcha)):** Teh merah dari Kabupaten Pu'an.
* **Guizhou Lücha ([贵州绿茶](https://thetea.app/id/article/guizhou-lucha)):** Nama provinsi untuk teh hijau Guizhou — tingkat yang lebih luas daripada nama kabupaten Qinglong.

**Sebagai penutup:**

Qinglong Lücha adalah teh hijau pegunungan tinggi awal dari Guizhou barat daya: kebun pada ketinggian 1100–1700 m, panen sejak awal Februari, dua bentuk — keriting dengan aroma kaya dan bertahan lama serta pipih dengan aroma bersih dan rasa manis pekat. Di baliknya ada biji fosil tahun 1980, yang menjadi dasar pembangunan sejarah teh kabupaten ini, dan sejak tahun 2017 — juga perlindungan produk dengan indikasi geografis.
